Mari membangun Bangsa dengan Belajar Bahasa dan Sastra Indonesia

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Sabtu, 08 Januari 2011

Penggunaan Media Poster Terhadap Pembelajaran Puisi

Ditulis Oleh Dwi Ernawati


Selama ini pengajaran apresiasi puisi yang diajarkan di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama kurang mendapat perhatian dari para siswa. Perhatian yang kurang terhadap pengajaran puisi ini menyebabkan kurang akrabnya siswa dengan puisi ini. Guru sendiri cenderung menghindarinya karena kesulitan untuk mengajarnya. Hal tersebut dikarenakan guru belum menentukan metode dan alat bantu yang tepat pengajaran puisi. Hambatan terbesar dalam mempelajari puisi adalah adanya anggapan dari para siswa bahwa puisi tidak ada gunanya, sehingga perlu adanya upaya untuk menumbuhkan sikap senang dan respek siswa terhadap puisi.
Penggunaan poster dalam pengajaran puisi diharapkan dapat menarik perhatian siswa karena poster memiliki warna yang menarik dan memiliki daya tarik yang khusus. Pemberian poster bisa disertai dengan ilustrasi berupa uraian dan pernyataan. Hal ini selain menarik perhatian siswa juga dapat membuat keterangan-keterangan menjadi lebih memudahkan pemahaman siswa. Poster yang dipakai tentunya harus disesuaikan dengan tema yang sedang diajarkan agar siswa dapat menghubungkan dengan konsep yang sudah ada. Bila pemakaian poster disesuaikan dengan tema dalam bidang studi bahasa Indonesia, maka anak akan terbiasa untuk latihan menulis puisi.
Penggunaan poster dalam hubungannya dengan pembelajaran puisi dapat membantu daya nalar siswa untuk menjelaskan apa yang dilihatnya yang kemudian dituliskan lewat kalimat sebagai kata kunci untuk menulis puisi. Melalui poster siswa melihat, memperhatikan serta akhirnya mengemukakan ide melalui fakta yang nampak lewat poster. Dengan demikian poster bukan hanya sebagai alat bantu tetapi dapat membantu penafsiran siswa tentang obyek yang sedang diamatinya.
Dari beberapa pendapat di atas bahwa puisi adalah imajinasi seseorang dari lubuk hati yang paling dalam yang menuangkan ke dalam tulisan dan bisa menghasilkan satu karya sastra dalam bentuk puisi. Puisi juga bisa dikatakan ungkapan hati untuk menyampaikan informasi dengan makna yang tersirat. Puisi rangkaian kata-kata yang indah dan mempunyai sejuta rasa dan penuh arti. Dapat disimpulkan pendapat dari beberapa pakar bahwa puisi adalah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, rima, matra serta penyusunan larik dan bait. Keindahan puisi terletak pada persamaan bunyi dan iramanya.
Menurut Sudjana dan Rivai (2002:51) poster adalah sebagai kombinasi visual dari rancangan yang kuat, dengan warna, dan pesan dengan maksud untuk menangkap perhatian orang yang lewat tetapi cukup lama menanamkan gagasan yang berarti di dalam ingatannya. Poster disebut juga plakat, lukisan atau gambar yang dipasang telah mendapat perhatian yang cukup besar sebagai suatu media untuk menyampaikan informasi, saran, pesan dan kesan, ide dan sebagainya (Rohani, 1997:76-77). Poster terdapat kelebihannya dengan harganya terjangkau oleh seorang guru. Dengan poster sikap dan perasaan anak akan terpancing. Anak akan lebih mudah mengungkapkan perasaannya jika disertai dengan penglihatannya. Kelemahan pembelajaran dengan media poster adalah jika poster berdimensi dua, sehingga sukar untuk melukiskan sebenarnya. Jadi poster dipakai untuk memancing imajinasi bukan mendeskripsikan atau melukiskannya.
Sumber: -. 2008. Penggunaan Media Poster Terhadap Pembelajaran Puisi di Kelas VIII SMP Negeri 1 Panimbang Tahun Pelajaran 2007/2008.(Online), (http://makalahdanskripsi. blogspot.com/2008/08/penggunaan-media-posterterhadap.html) diakses: 20 Februari 2008.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar