Mari membangun Bangsa dengan Belajar Bahasa dan Sastra Indonesia

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Minggu, 15 Januari 2012

Imbuhan (Afiks)

Oleh : Sa'adah
1.1 Pengertian imbuhan (afiks)
Imbuhan (afiks) adalah suatu bentuk linguistik yang di dalam suatu kata merupakan unsur langsung, yang bukan kata dan bukan pokok kata. Melainkan mengubah leksem menjadi katakompleks, artinya mengubah leksem itu menjadi kata yang mempunyai arti lebih lengkap, sepertimempunyai subjek, predikat dan objek. Sedangkan prosesnya sendiri di sebut afiksasi(affixation).Imbuhan (afiks) adalah Bentuk (morfem) terikat yang dipakai untuk menurunkan kata.Imbuhan (afiks) dibahas dalam bidang ilmu Morfologi. Sedangkan definisi Morfologi adalah bagian dari ilmu bahasa yang membicarakan atau mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta pengaruh perubahan bentuk kata terhadap golongan dan arti kata. Dalam definisi lain di katakan bahwa Morfologi merupakan salah satu cabang ilmu bahasa yang mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta fungsi perubahan-perubahan bentuk kata itu, baik fungsi gramatik maupunfungsi semantik. Contoh: kata Sepeda Motor terdiri dari dua morfem, yaitu morfem Sepeda dan morfem Motor, yang masing-masing merupakan kata.Kata yang dibentuk dari kata lain pada umumnya mengalami tambahan bentuk pada katadasarnya. Kata seperti bertiga, ancaman, gerigi, dan berdatangan terdiri atas tiga kata dasar, yaitutiga, ancam, gigi dan datang yang masing-masing dilengkapi dengan bentuk yang berwujud ber-,-an, -er-, dan ber-an.Perubahan-perubahan bentuk kata menyebabkan adanya perubahan golongan dan arti kata.Golongan kata Sepeda tidak sama dengan golongan kata bersepeda. Golongan Sepedamerupakan golongan kata nominal, sedangkan kata bersepeda termasuk golongan kata verbal.Kata rumah dan kata jalan termasuk golongan kata nominal, sedangkan kata berumah dan kata berjalan termasuk golongan kata verbal.Dibidang arti, kata Sepeda, bersepeda, Sepeda-sepeda, dan Sepeda Motor, semuanya mempunyaiarti yang berbeda-beda. Demikian pula kata Rumah, berumah, perumahan, rumah-rumahan,rumah-rumah, rumah sakit dan kata-kata jalan, berjalan, berjalan-jalan, perjalanan, menjalani,menjalankan dan jalan raya.Perbedaan golongan dan arti kata-kata tersebut tidak lain disebabkan oleh perubahan bentuk kata. Karena itu, maka morfologi disamping bidangnya yang utama menyelidiki seluk-beluk kata, juga menyelidiki kemungkinan adanya perubahan golongan dan arti kata yang timbulsebagai akibat perubahan bentuk kata.
Tiga macam proses morfologis, yaitu pertama, bergabungnya morfem bebas dengan morfemterikat disebut afiksasi. Kedua, Pengulangan morfem bebas disebut reduplikasi, dan ketiga, bergabungnya morfem bebas dengan morfem bebas disebut pemajemukan. Pada proses yang pertama menghasilkan kata berimbuhan, yang kedua menghasilkan kata ulang, dan yang ketigamenghasilkan kata majemuk. Pada umumnya imbuhan (afiks) hanya dikenal ada empat, yaitu awalan (prefiks), sisipan (infiks),akhiran (sufiks), awalan dan akhiran (konfiks). Dalam sumber lain disebutkan bahwa imbuhan(afiks) itu ada sembilan, yaitu prefiks, infiks, sufiks, simulfiks, konfiks, superfiks, interfiks,transfiks, dan kombinasi afiks.
1.2 Syarat-syarat kata untuk dapat menjadi afiksasi, antara lain:
Kata afiks itu harus dapat ditempatkan pada bentuk-bentuk lain untuk membentuk kata atau pokok kata baru. Contoh: kata minuman, kata ini terdiri dari dua unsur langsung, yaitu kataminum yang di sebut bentuk bebas dan –an yang di sebut bentuk terikat. Makna ini di sebutmakna afiks. Contoh kata yang lain seperti: kata timbangan, pikiran, satuan, gambaran, buatan, bungkusan.Kata afiks itu merupakan bentuk terikat, tidak dapat berdiri sendiri dan secara gramatis (tertulis)selalu melekat pada bentuk lain. Contoh: kedua, kehendak, kekasih, ketua, artinya antaraimbuhan ke- dan kata dua tidak dapat di pisahkan, karena apabila di pisahkan akan mempunyaiarti yang berbeda. Demikian juga dengan kata kehendak, kekasih dan ketua. Berbeda halnyadengan bentuk di seperti pada kata di rumah, di pekarangan, di ruang, tidak dapat di golongkanafiks, karena sebenarnya bentuk itu secara gramatis mempinyai sifat bebas. Demikian halnyadengan bentuk ke seperti pada kata ke rumah, ke toko, ke kota , ini tidak dapat di golongkanafiks. Jadi, dalam afiks hanya dapat di bentuk apabila imbuhan itu dalam bentuk terikat.Afiks tidak memiliki arti leksis, artinya tidak mempunyai pertalian arti karena kata itu berupaimbuhan. Sedangkan imbuhan itu dapat mempengaruhi arti kata itu sendiri. Contoh: bentuk –nyayang sudah tidak mempunyai pertalian arti dengan ia.
Misalnya: rupanya, agaknya, termasuk golongan afiks, karena hubungannya dengan arti leksisnya sudah terputus.Imbuhan itu dapat mengubah makna, jenis dan fungsi sebuah kata dasar atau bentuk dasar menjadi kata lain, yang fungsinya berbeda dengan kata dasar atau bentuk dasar.
Contoh: afiks baru: pembaruan → peng- an. Pada contoh ini terjadi perubahan bentuk imbuhandari pem- an manjadi peng- an, hal ini terjadi karena pengaruh asimilasi bunyi. Kata belakang →keterbelakangan → terbelakang. Pada kata ini terjadi perubahan bentuk ke-an.
1.3 Macam-Macam Imbuhan (afiks)
Awalan (prefiks/ prefix)
Awalan (prefiks / prefix) adalah imbuhan yang terletak diawal kata. Proses awalan (prefiks) inidi sebut prefiksasi (prefixation). Berdasarkan dan pertumbuhan bahasa yang terjadi, maka awalan dalam bahasa indonesia dibagi menjadi dua macam, yaitu imbuhan asli dan imbuhanserapan, baik dari bahasa daerah maupun dari bahasa asing. Contoh awalan (prefix) yang berasaldari bahasa Indonesia . Kata ke-+ tua→ketua, artinya imbuhan ke- ditambah dengan kata tua,maka menjadi ketua. pe-+ tinju→petinju, ter- + dakwa→terdakwa, ber- + main→bermain, pra- +sejarah→prasejarah. Contoh awalan (prefix) yang berasal dari bahasa asing, yaitu bahasa inggris.Kata im-→improduktif, pre-→prehistori, ex-→ekspor, is→ isolasi.
Akhiran (sufiks/ sufix)
Akhiran (sufiks/ sufix) adalah imbuhan yang terletak di akhir kata. Dalam proses pembentukankata ini tidak pernah mengalami perubahan bentuk. Proses pembentukannya di sebut safiksasi(suffixation). Contoh: -an + pikir→pikiran, -in + hadir→hadirin, -wan + karya→karyawan,-wati+karya→kryawati, -wi+ manusia→manusiawi. Semua akhiran ini di sebut sebagai akhiranuntuk kata benda. Sedangkan akhiran yang berupa kata sifat, seperti: -if→aktif, sportif.-ik→magnetik, elektronik. -is→praktis, anarkis. -er→komplementer, parlementer.-wi→manusiawi, surgawi, duniwi. Kadang-kadang akhiran yang berupa kata sifat, ada yang berasal dari bahasa inggris dan ada yang berasal dari bahasa arab.
Contoh: -al→formal, nasional.-iah→alamiah, batiniah. -i→abadi, alami, hewani, rohani. -nya→melihatnya, mendengarnya,mengalaminya. -in→muslimin, mu’minin. -at→muslimat, mu’minat. -us→politikus.-or→koruptor. -if→produktif, sportif.
Sisipan (infiks /infix)
Sisipan (infiks/ infix) adalah imbuhan yang terletak di dalam kata. Jenis imbuhan ini tidak produktif, artinya pemakaiannya terbatas hanya pada kata-kata tertentu. Jadi hampir tidak mengalami pertambahan secara umum. Sisipan terletak pada suku pertama kata dasarnya, yangmemisahkan konsonan pertama dengan vokal pertama suku tersebut. Prosesnya imbuhan katatersebut di sebut infixation. Imbuhan yang berupa sisipan seperti: -er-, -el-, -em- dan -in.
Sisipan ( infiks/ infix) dapat mempunyai makna, antara lain:Menyatakan banyak dan bermacam-macam. Contohnya: tali→ temali, artinya terdapat bermaca-macam tali. gigi→gerigi, artinya terdapat bermacam gigi. sabut→serabut, artinya terdapat bermacam-macam sabut. kelut→kemelut, gunung→gemunung, artinya terdapat bermacam-macam gunung.
Menyatakan intensitas frekuentif, artinya menyatakan banyaknya waktu. Contoh:getar→gemetar, artinya menunjukan banyaknya waktu getar atau gerak suatu benda.guruh→gemuruh, artinya menujukan banyaknya waktu guruh. gertak→gemertak, artinyamenujukan banyaknya waktu bunyi gertak. cicit→cericit, artinya menujukan banyaknya waktu bunyi cicit.
Menyatakan sesuatu yang mempunyai sifat seperti yang di sebut pada kata dasarnya. Contoh:kata kerja→kinerja, artinya sesuatu yang mempunyai sifat sama dengan kerja atau sesuatu sifatkegigihan. kuning→kemuning, artinya sesuatu yang mempunyai sifat sama dengan warnakuning. gilang→gemilang, artinya sesuatu yang mempunyai sifat sama dengan cerah.turun→temurun, artinya sesuatu yang mempunyai sifat terus-menerus. tunjuk→telunjuk, artinya sesuatu yang mempunyai sifat seperti tunjuk. Ada juga sisipan (infiks) yang di pengaruhi oleh bahasa jawa.
Contoh: kata kesinambungan, yang merupakan kata dasar dari kata sinambung yangdi sebut kata dasar sekunder.
Sedangkan kata dasar primernya sambung mendapat sisipan –in-yang artinya menyatakan sifat terus-menerus. Sama halnya dengan istilah yang terdapat dalam bidang ekonomi, dalam proses imbuhan kata dasar juga terdapat istilah yang sama, tetapimempunyai makna yang berbeda. Istilah itu adalah kata dasar primer, kata dasar sekunder, dankata dasar tersier. Kata dasar primer adalah kata dasar yang berupa kata asal atau morfem dasar,yang di pakai sebagai kata dasar pertama dalam pembentukan kata jadian. Contoh:dengar→dengarkan→perdengarkan, artinya kata dengarkan merupakan kata dasar dari katadengar yang mendapat akhiran – kan . Demikian juga dengan kata perdengarkan, berasal darikata dasar dengar yang mendapat konfiks per-kan. Kata dasar primer, haruslah pada kata jadianyang sekurang-kurangnya di bentuk melalui dua tahap. Kata dasar sekunder adalah kata dasar yang berupa kata jadian yang di pakai sebagai dasar kedua dalam pembentukan kata jadian yanglebih kompleks.
Contoh: dengarkan→perdengarkan, dipikir→dipikirkan, main→bermain-main,merata→meratakan. Kata dasar tersier adalah kata dasar yang berupa kata jadian yang di pakaisebagai dasar ketiga dalam pembentukan kata yang lebih kompleks.
Contoh: kataguna→gunakan→pergunakan→mempergunakan.ingat→ingatkan→peringatkan→diperingatkan. harap→harapkan→diharapkan→diharapkannya.
Sisipan (infiks/ infix) biasanya di bentuk dari kata benda (nomina) menjadi kata sifat (adjektifa).Adjektifa tingkat kuatif dengan prefiks se- dan tingkat superlatif dengan prefiks ter-. Hasil pengafiksan dengan infiks atau sisipan –em- pada nomina, adjektiva yang jumlahnya sangatterbatas.
Benda (nomina) →sifat (adjectifa)
Getar → gemetar
Guruh → gemuruh
Kilap → kemilap
Kilau → kemilau
Santan → semantan
Gerlap → gemerlap
Gilang → gemilang
Gilap → gemilap
Taram → temaram
Serbak → semerbak
Awalan dan Akhiran (konfiks /konfix)
Awalan dan akhiran (konfiks/ konfix) yaitu afiks yang terdiri dari dua unsur, satu di depan dari bentuk dasar dan satu di belakang bentuk dasar. Imbuhan yang dapat di kategorikan sebagaikonfiks/ konfix, yaitu ke-an, pe-an, per-an dan ber-an. Proses imbuhan tersebut di sebutkonfiksasi (konfiksasi/ konfixation).
Contoh: ke-an: kehidupan, merupakan gabungan dari katahidup yang kemudian mendapat imbuhan ke-an. kata kemauan, merupakan gabungan dari katamau yang mendapat imbuhan ke-an. keterangan, katahuan, kepercayaan. Pe-an: pegunungan,merupakan gabungan dari kata dasar Gunung, kemudian mendapat imbuhan pe-an. pembelian, pendidikan, penggambaran, perdagangan. Semua pembentukan dari imbuhan ini berasal dari kata benda. Sedangkan yang terdiri dari kata sifat yang membentuk menjadi konfiks yaitu seperti: ke-an dan se-nya dengan bentuk dasar kata ulang (reduplikasi).
Contoh: ke-an (dengan reduplikasi)→keingris-inggrisan, artinya seseorang atau suatu benda yang mempunyai sifatseperti inggris. kekanak-kanakkan, artinya seseorang yang mempunyai sifat seperti sifatnyakanak-kanak. Se-nya (dengan reduplikasi)→sebaik-baiknya, sepandai-pandainya. Sedangkancontoh yang lainnya dari konfix yaitu melakukan→me-kan, menduduki→me-I,memperlihatkan→memper-kan, kelihatan→ke-an, berdasarkan→ber-kan, keadilan→ke-an, permusuhan→per-an, permainan→per-an.
Simulfiks
Simulfiks yaitu afiks yang disamakan dengan ciri-ciri segmental yang dileburkan pada katadasarnya. Biasanya di samakan dengan nasalisasi dari fonem pertama suatu bentuk dasar, danfungsinya ialah membentuk verba atau memverbakan nomina, adjectiva atau kelas kata yang lainmenjadi kata kerja. Contoh: kopi→ ngopi, soto→ nyoto, sate→ nyate, kebut→ ngebut, tulis→nulis, gambar→ nggambar, tendang→ nendang.
Superfiks atau suprafiks
Superfiks atau suprafiks adalah imbuhan yang dimanifestasikan dengan ciri-ciri suprasegmentalatau afiks yang berhubungan dengan morfem suprasegmental. Imbuhan superfiks dapat kita jumpai dalam bahasa-bahasa daerah, misalnya: bahasa Batak Toba, dalam bahasa Batak Tobaterdapat tekanan morfemis. Contoh: kata ‘guru (nomina) dan kata ‘guru (adjektiva), antara kata‘asom yang artinya jeruk kedudukan kata ini di sebut sebagai nomina dengan kata ‘asom yangartinya ‘asam kedudukan kata ini sebagai adjectifa. Sama halnya dalam bahasa Jawa, biasanyadengan peninggian vokal dapat di sebut sebagai ciri suprasegmental pada suku terakhir suatuadjectiva bersifat morfemis. Contoh: suwe→lama, wedi→takut. Dalam bahasa Toraja tekananterletak pada suku kata terakhir dari suatu adjectifa yang di sertai velarisasi adalah prosessekunder, maka peristiwa itu boleh di anggap simulfiksasi. Contoh: biti→kecil,malampo→gemuk. Jadi, superfiks itu sama halnya dengan bahasa dialek yang hanya di milikioleh daerah tertentu atau bahasa khas pada suatu daerah.
Interfiks
Interfiks yaitu suatu jenis infiks yang muncul di antara dua unsur. Dalam bahasa indonesiainterfiks terdapat pada kata-kata bentukan baru, misalnya: interfiks –n-dan -o-. Contoh:gabungan antara kata indonesia dengan kata logi→indonesianologi, artinya kata indonesianologimerupakan gabungan antara dua unsur kata, yaitu kata indonesia dan logi. Gabungan antara kata jawa dengan kata logi→ jawanologi. Gabungan antara kata sosial dengan kata logos→ sosiologi.Gabungan antara kata psyko dengan kata logi→ psykologi. Dalam bahasa Jerman interfiks –n-muncul dalam gabungan auge ‘mata’ dengan kata arzt ‘dokter’→ augenazart ‘dokter mata’.Interfiks –es- muncul dalam gabungan jahr ‘tahun dan zeit ‘waktu’→ jahreszeit ‘musim’.
Transfiks
Transfiks yaitu jenis infiks yang menyebabkan kata dasar menjadi terbagi-bagi. Bentuk initerdapat dalam bahasa-bahasa Afro-Asiatika, antara lain dalam bahasa arab; misalnya: akar ktbdapat di beri transfiks a-a, i-a, a-I, dan lain sebagainya. Menjadi katab ‘ia menulis’, kitab ‘buku’,katib ‘penulis’. Kata nshr dapat di beri transfiks a-a, maka menjadi nashara. Kata dzhb dapat di beri transfiks a-a, maka menjadi dzahaba.
Kombinasi afiks
Kombinasi afiks yaitu kombinasi dari dua afiks atau lebih yang bergabung dengan kata dasar,afiks ini hanya merupakan gabungan beberapa afiks yang mempunyai bentuk dan maknagramatikal tersendiri, muncul secara bersama pada bentuk dasar, tetapi berasal dari proses yang berlainan, dalam bahasa Indonesia kombinasi afiks, seperti: me-kan→mempertanyakan, yaitusebuah bentuk dasar dengan kombinasi tiga afiks, yaitu mem-, per-, -kan. Dua prefiks, yaitumem- dan per- dan satu sufiks – kan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar