Mari membangun Bangsa dengan Belajar Bahasa dan Sastra Indonesia

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Sabtu, 19 Februari 2011

Strategi Pembelajaran Menulis Puisi dengan Teknik Pemanfaatan Majalah Sekolah

Ditulis oleh Sri Arfa'anti Rahayu
Salah satu metode yang dapat digunakan untuk pembelajaran menulis puisi di sekolah adalah pemanfaatan majalah cetak sekolah. Majalah cetak merupakan salah satu jenis majalah sekolah yang dapat dimanfaatkan dalam rangka menunjang proses pembelajaran menulis, khususnya menulis puisi di sekolah. Hal ini dikarenakan majalah sekolah memiliki kedekatan dengan siswa. Hasil karya siswa dari keterampilan menulis dapat dimuat pada majalah sekolah. Adanya majalah sekolah diharapkan dapat menumbuhkan minat baca, meningkatkan keterampialn menulis, menumbuhkan daya apresiasi siswa, dan merangsang kreativitas siswa untuk berkarya.
Widodo (dalam Soelasnoko, 2000) menyatakan bahwa majalah cetak sekolah memiliki peranan sebagai salah satu fasilitas kegiatan siswa secara fisikal dan faktual. Peranan ini mengacu pada sejumlah fungsi, yaitu fungsi: (1) informatif, (2) komunikatif, (3) rekreatif, dan (4) kreatif. Selain itu, media cetak sekolah mempunyai manfaat yaitu diantaranya: (1) meningkatkan minat baca, (2) pengembangan cakrawala, (3) sumber acuan informasi keilmuan, (4) pengisi waktu luang serta penyalur hobi dan minat, (5) dokumentasi, dan (6) media pengajaran.
Pemanfaatan majalah sekolah sebagai media pembelajaran menulis puisi dan pemilihan rubrik, bisa dimanfaatkan dalam pembelajaran menulis puisi. Langkah-langkah yang dilakukan dalam memanfaatkan majalah cetak sekolah adalah sebagi berikut:
a. siswa ditugaskan membaca majalah sekolah yamg telah dibagikan,
b. siswa diminta untuk mengamati rubrik-rubrik yang ada dalam majalah sekolah dan memilih salah satu rubrik yang diminati,
c. masing-masing siswa ditugaskan untuk menentukan topik dari masing-masing rubrik yang dipilih,
d. siswa ditugaskan untuk membuat puisi berdasarkan topik rubrik yang dipilihnya,
e. guru meminta siswa memajang hasil karyanya di papan tulis,
f. siswa ditugaskan maju bergiliran untuk membacakan hasil karyanya,
g. siswa lain diminta untuk memberikan tanggapan, dan
h. guru menilai hasil kerja siswa dan memajang hasil kerja siswa yang terpilih.
Guru melakukan pemanfaatan majalah cetak sekolah dalam pembelajaran menulis puisi dengan cara memberikan tugas kepada siswa untuk membaca dan mengamati rubrik-rubrik dalam majalah untuk menemukan topik yang diminati. Setelah itu, guru meminta siswa untuk menulis puisi berdasarkan karya tulis lainnya dalam majalah untuk dijadikan puisi.
Dari pemanfaatan majalah cetak sekolah, siswa dapat mengetahui bentuk-bentuk puisi bebas dengan membaca dan mengamati puisi-puisi yang disediakan dalam rubrik puisi tanpa petunjuk terlebih dahulu dari guru. Jadi, dalam pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan media majalah, anak-anak memperoleh materi secara inkuiri. Siswa menemukan sendiri ide yang didapat dari proses mengamati bentuk sesuatu.
Kendala yang dihadapi dalam pemanfaatan strategi ini adalah waktu penerbitan majalah sekolah yang biasanya terbit tiga atau empat edisi dalam setahun. Hal ini menyebabkan pemanfaatan majalah menjadi tidak maksimal karena harus disesuaikan dengan waktu penerbitan. Alternatif lainnya adalah memanfaatkan media cetak lain misalnya seperti mading sebagai media pemajangan karya siswa. Jika kendala seperti penerbiatan majalah sekolah yang terhalang oleh waktu, siswa dapat menggunakan majalah lain yang isimya sepada dengan majalah sekolah untuk dijadikan sumber pencarian ide dalam menulis puisi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar